Judul ArtikelFENOMENA TINY HOUSE SEBAGAI AL TERNATIF HUNIAN YANG TERJANGKAU 01 AMERIKA
Judul TerbitanJurnal Arsitektur SCALE
ISSN 23387912
Bahasa ind
Tempat Terbit Jakarta
Penerbit Fakultas Teknik Universitas Kristen Indonesia
Frekuensi Penerbitan -
Edisi No. 2 / Vol.4 / February 2017
  
Penulis Fanny Siahaan
Abstraksi Rata - rata luas rumah di Amerika, pada tahun 1950 adalah sekitar 1000 sq.ft. dan diatas tahun 2000, luasnya bertambah menjadi rata - rata sekitar 2400 sq.ft. (Griffin, 2015). Namun luasan tersebut, sangat berbanding terbalik dengan kesediaan lahan hunian di kota. Semakin luas rumah, maka akan semakin tinggi building cost dan operational cost yang dibutuhkan. Hal ini, tentunya, dirasa be rat oleh sebagian warga Amerika, sehingga tidak sedikit, terdapat tunawisma di Amerika. Tiny house, memberi banyak peluang untuk memiliki rumah, dengan construction cost dan operational cost, yang lebih terjangkau. Disamping itu, dengan ukuran rumah, yang lebih kecil, maka lebih efisien dalam pemakaian energi, meningkatkan volume rumah diatas lahan, yang terbatas, serta memberi quality time yang lebih baik bagi penghuninya. Umumnya tiny house menjadi plihan kalangan single dan pasangan muda, Sekarang ini gerakan tiny house, telah melanda hampir selama dua dekade seiring dengan peningkatan harga energi, keperdulian terhadap perubahan iklim global, dan penurunan ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian diskriptif, yang bersifat kualitatif. Mengingat berbagai tipe tiny house, yang ditemukan dalam kenyataannya di lapangan, maka penelitian ini, hanya hanya membahas tiny house, yang paling dominan, yaitu: tiny house, dengan trailer deck dan konstruksi rangka kayu.
Kata Kunci Fenomena, tiny house, alternatif, hunian terjangkau, Amerika
Lokasi P568
  
Cetak PDFfenomena-tiny-house-sebagai-al-ternatif-hunian-yang-terjangkau-01-amerika
Format XMLXML Journal

Berbagi Pengetahuan dan Informasi

Silahkan Bergabung