Krisis lingkungan di Indonesia, khususnya terkait pengelolaan sampah dan kerusakan lingkungan, semakin mendesak untuk ditangani sehingga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Media sosial, khususnya TikTok, menjadi ruang strategis bagi para influencer untuk menyebarkan pesan persuasif guna mendorong kesadaran dan perubahan perilaku menjaga lingkungan. Salah satu influencer yang relevan dengan isu ini adalah pemilik akun TikTok @jerhemynemoo, yang dikenal konsisten mengangkat konten edukasi lingkungan kepada jutaan pengikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komunikasi persuasif dan kredibilitas influencer TikTok @jerhemynemoo terhadap perubahan perilaku menjaga lingkungan pada para followers-nya, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner secara daring kepada followers akun @jerhemynemoo yang tau dan telah mengikuti akun tersebut, dengan teknik purposive sampling. Landasan teori yang digunakan adalah Teori Kredibilitas Sumber, yang mencakup dimensi keahlian, kejujuran, dan daya tarik komunikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi persuasif dan kredibilitas influencer sama-sama memengaruhi perubahan perilaku menjaga lingkungan pada followers, dengan komunikasi persuasif memiliki peran yang lebih dominan dibandingkan kredibilitas influencer. Followers cenderung lebih mempertimbangkan cara pesan lingkungan dikemas dan disampaikan dibandingkan sekadar menilai sosok personal komunikatornya. Selain itu, perubahan perilaku followers lebih kuat terbentuk pada tahap sikap dan kesadaran dibandingkan pada tahap tindakan nyata sehari-hari, yang menunjukkan bahwa perubahan perilaku pro lingkungan berlangsung secara bertahap.
Tekan ESC untuk menutup