JOURNAL

Layanan journal yang disediakan oleh Perpustakaan Universitas Gunadarma

DESIGN OUT OF LOAD FREQUENCY CONTROL OF SAGULING HEPP

Judul Artikel:DESIGN OUT OF LOAD FREQUENCY CONTROL OF SAGULING HEPP
Judul Terbitan:Teknologi Dan Energi
ISSN:1411-7754
Bahasa:IND
Tempat Terbit:Jakarta
Tahun:0000
Volume:Vol. 3 Issue 1 0000
Penerbit:STT- YPLN
Frekuensi Penerbitan:4X per Tahun
Penulis:Slamet Supardi ; Syaiful Bachri ; Encep Supratman Dadan Akhmad Sadrah ; Ade Tatang Mulyana Novy Heryanto
Abstraksi:Pada beberapa pembangkit besar baik hidro maupun termal dilengkapi dengan "Load Frequency Control" (LFC) yang berfungsi sebagai "Secondary Controller" disamping "Primary Controller" pada "governor regulator". Fungsi keduanya hampir sama, yaitu merespon fluktuasi beban sistem, sehingga beban sistem terdistribusi secara proporsional. Primary Controller terpasang pada semua pembangkit dan berfungsi untuk merespon fluktuasi beban sistem secara proporsional tergantung set speed droopnya. Pada pembangkit termal yang dngsikan sebagai base load, speed droop di set antara 6-8%. Sedangkan untuk PLTA yang diharapkan dapat memberikan respon lebih cepat terhadap fluktuasi beban sistem di set maksimum 4 %. Secondary Controller (LFC) hanya terpasang pada beberapa pembangkit besar hidro maupun termal, akan dibahas kemudian. Sebagai ilustrasi, khusus untuk PLTA Saguling, dengan daya terpasang 4 x 175 MW dan mulai dioperasikan pada tahun 1985, telah dilengkapi dengan LFC yang dapat merespon fluktuasi beban sistem Jawa Bali maksimum sebesar 320 MW disamping primary controllernya. Pada awal maret 2002, telah terjadi kerusakan pada bus Remote Supervisory Equipment sehingga sistem komunikasi Switch Yard -Power House tidak berfungsi. Akibatnya LFC juga tidak dapat difungsikan, karena dari rum us kendali: Pset = Po + N.Pr + K. dF Dimana : Pset = Power Set Point Pr = Power Regulation N = Formulasi parameter kendali pembangkit 'dan frekuensi sistem Jawa Bali K = Konstanta speed droop pembangkit Po = Power Option dF = Beda frekuensi antara frekuensi sistem dengan frekuensi referensi (50 Hz) Maka dua sinyal diantaranya yaitu Po dan N dikirim dari Dispatcher UBOS P3B. Kesulitan untuk memperbaiki sistem komunikasi RSE adalah bahwa seperti juga produsen pabrikan lainnya, protocol "Melco" tertutup. Sedangkan untuk mengganti atau memperbaikinya umumnya diperlukan waktu minimum 8 bulan dengan perkiraan biaya lebih dari Rp. 5.000.000.000,- (lima milyar rupiah). Dengan mempertimbangkan segala aspek, dampak terhadap sistem serta visi kedepan maka manajemen PT Indonesia Power UBP. Saguling memutuskan untuk meng Create LFC Baru yang ditangani sendiri oleh teknisi PT. Indonesia Power UBP Saguling. Dalam waktu kurang dari satu bulan, LFC tersebut telah berfungsi dengan baik terbukti dengan telah dilakukannya commissioning bersama antara PT. Indonesia Power UBP Saguling bersama dengan PT. PLN (Persero) UBOS P3B pada tanggal 9-12 April2002. Hal lain yang sangat penting artinya, yaitu bahwa dipastikan untuk "Load Frequency Control" PLTA Saguling sudah tidak lagi tergantung pada material OEM dan tenaga ahli asing karena open standard, sehingga bila terjadi gangguan, pelaksanaan trouble shooting relatip lebih cepat dan kebutuhan material lebih mudah didapat. Dampak positif dari penerapan inovasi ini adalah bahwa teknologi "Design Out of Load Frequency Control" PLTA Saguling dapat diterapkan untuk desain & enjineering sistem kontrol pembangkit-pembangkit besar dan semua mesin industri.
Kata Kunci:Load Frequency Control
Lokasi:p. 1
Terakreditasi:belum