JOURNAL

Layanan journal yang disediakan oleh Perpustakaan Universitas Gunadarma

FEMINISME RADIKAL DALAM OWl NOVEL SAMAN, DAN LA RUNG

Judul Artikel:FEMINISME RADIKAL DALAM OWl NOVEL SAMAN, DAN LA RUNG
Judul Terbitan:Jurnal Bahasa, Sastra dan Budaya DIALEKTIKA
ISSN:23382635
Bahasa:IND
Tempat Terbit:Jakarta
Tahun:0000
Volume:Vol. 2 Issue 1 0000
Penerbit:Fakultas Sastra, Universitas Kristen Indonesia
Frekuensi Penerbitan:-
Penulis:Dr. Siti Nonna Nasution, M. Hum
Abstraksi:Sampai sa at sekarang mr, gejala menunjukkan bahwa masyarakat indonesia masih merasa "alergi" dengan ideologi feminisme yang menuntut kesetaraan gender dan perbaikan kesejahteraan moril dan materil bagi perempuan secara universal. Ideologi dan pemikiran feminisme memang berasal dari Barat seperti kemajuan iptek yang dimulai dari Barat. Ide-ide dan pemikiran Ayu Utami yang diungkapkan dalam dwi novel nya Saman dan Larung, secara eksplisit mendekonstruksi sistem budaya patriarkhi yang telah ditata dengan mapan dalam struktur masyarakat Indonesia. Karena itulah kedua novel itu menjadi kontroversial, ada yang pro ada yang kontra. Sebagai seorang akademisi yang memberikan perhatian terhadap ide-ide feminisme dari Barat, penulis berpendapat bahwa kedua novel Ayu Utami ini diadopsi dari pemikiran feminisme Radikal dari Barat. Feminisme Radikal menganjurkan perempuan untuk menjauhi laki- laki dan mencoba berorientasi seks sesama perempuan dan lebih jauh lagi menuntut pernikahan sesama jenis dilegalkan. Praktisi dan akademisi feminisme di Barat memang berpenampilan maskulin dan membenci laki- laki, karena itu mereka menjadi lesbian. Sedangkan feminis akademisi dan praktisi Indonesia seperti Aquarini PriyatnaPrabasmoro dan masih banyak yang lainnya mempunyai suami dan anak. Penulis senior seperti Nh. Dini juga menggugat budaya patriarkhi dan menuntut kesetaraan gender terutama dalam ke lima novelnya La Barka (1975), Ja/an Bandungan (1989), Dari Parangakik Ke Kampuchea (2003), Dari Fontenay Ke Magallianes (2005). La Grande Borne (2007)(Nasution. 2012).Meskipun demikian ia menghargai nilai-nilai tradisi dan ajaran agama yang masih dianut masyarakat Indonesia sampai sekarang ini. Makalah ini akan membahas pemikiran feminisme Radikal yang kontroversial dalam dwi novel Ayu Utami Saman dan Larung. Mengapa pemikiran feminisme Radikal belum dapat diterima oleh masyarakat Indonesia secara umum. Ide-ide dan anjuran feminisme yang bagaimana yang dapat diadopsi di Indonesia agar perempuan Indonesia dapat mencapai kemajuan menjadi aset bangsa bukan menjadi beban pembangunan dan berpartisipasi penuh menuju Indonesia yang sejahtera.
Kata Kunci:ideologi feminisme; feminisme radika/; kontroversial
Lokasi:P1
Terakreditasi:belum