JOURNAL

Layanan journal yang disediakan oleh Perpustakaan Universitas Gunadarma

POTRET KETERPINGGIRAN DAN PERJUANGAN KEMANDIRIAN PEREMPUAN DALAM

Judul Artikel:POTRET KETERPINGGIRAN DAN PERJUANGAN KEMANDIRIAN PEREMPUAN DALAM
Judul Terbitan:Jurnal Bahasa, Sastra dan Budaya DIALEKTIKA
ISSN:23382635
Bahasa:IND
Tempat Terbit:Jakarta
Tahun:0000
Volume:Vol. 2 Issue 1 0000
Penerbit:Fakultas Sastra, Universitas Kristen Indonesia
Frekuensi Penerbitan:-
Penulis:Siti Norma Nasution
Abstraksi:Penelitian ini berhubungan dengan perjuangan kesetaraan gender yang dilakukan oleh Nh. Dini melalui tokoh-tokoh utama dalam kelima novelnya. Kelima novelnya bertema feminisme yang menolak budaya patriarkhi yang membuat para perempuan hidup dalam kemiskinan dan penderitaan. Perempuan dianggap inferior dan ditempatkan di ranah domestik. Studi ini bertujuan untuk mengungkapkan perjuangan kesetaraan gender dan kesetaraan posisi perempuan di ranah domestik dan publik. Penelitian ini perlu untuk dilaksanakan karena Nh. Dini dianggap sebagai pelopor pengarang wanita, karena itu ide dan pemikirannya sangat penting untuk digali dan dipahami secara keseluruhan. 8anyak peneliti yang telah menganalisa beragam topik dari novel-novel Nh. Dini. Penelitian yang sekarang ini berusaha untuk melengkapi penelitian sebelumnya agar ide, pemikiran dan konsep yang ditawarkan oleh Nh. Dini melalui novel- novelnya dapat lebih dipahami secara komprehensif. Teori Strukturalisme Dinamik dipakai untuk menerangkan hubungan antara semua aspek dan komponen dari ke lima novel untuk mendapatkan makna yang utuh. Teori Sosiologi Sastra dipakai untuk menghubungkan masalah-masalah sosial yang ada dalam novel dengan yang ada di dalam kelima novel dengan kenyataan-kenyataan dalam dunia nyata. Teori Feminisme dipakai untuk memahami teks yang berhubungan dengan gerakan wanita, hak-hak mendasar dan kesetaraan gender. Hasil analisis menunjukkan bahwa studi tentang perempuan mandiri mengungkapkan bahwa tokoh utama menekankan pada kemandirian perempuan dalam bidang sosial ekonomi. Para perempuan ini mendapatkan pendidikan yang cukup secara formal dan informal yang membuat mereka dapat beraktifitas di sektor publik. Perlawanan terhadap dominasi laki-Iaki dilakukan dengan cara menuntut perceraian atau menolak perkawinan. Analisis pad a perempuan terpenggirkan menunjukkan bahwa mereka kehilangan hak-hak mendasar mereka untuk mendapatkan pendidikan dan pekerjaan. Pada umumnya mereka masih terjebak dalam sektor domestik, mereka kehilangan hak otonomi untuk mengatur kehidupan mereka sendiri, mereka diperlakukan seperti pembantu di dalam keluarga mereka sendiri. Dari analisis masalah perkawinan diketahui bahwa penyebabnya adalah kecemburuan, pengkhianatan, kemandulan, perasan bosan, ketidaksetiaan dan sebagainya. Persaudaraan antar wanita (sisterhood) diharapkan dapat membantu memecahakan persoalan yang ada di antara mereka.
Kata Kunci:kesetaraan gender; feminisme; perempuan mandiri dan terpinggirkan; budaya patriarkhi.
Lokasi:P86
Terakreditasi:belum