JOURNAL

Layanan journal yang disediakan oleh Perpustakaan Universitas Gunadarma

PSIKOLOGI, EKONOMI, DAN INDONESIA

Judul Artikel:PSIKOLOGI, EKONOMI, DAN INDONESIA
Judul Terbitan:JPS Jurnal Psikologi Sosial
ISSN:0853-3997
Bahasa:IND
Tempat Terbit:Depok
Tahun:0000
Volume:Vol. 13 Issue 1 0000
Penerbit:Fakultas Psikologi Universitas Indonesia
Frekuensi Penerbitan:Tiap 4 Bulan
Penulis:Harry Susianto
Abstraksi:Dalam krisis ekonomi tahun 1998 lalu, yang kemudian berkembang menjadi krisis multidimensional, dan efeknya terus bergayut hingga kini, disiplin psikologi hampir tidak terdengar suaranya. Kenyataan ini memberi pelajaran bahwa sarjana psikologi seharusnya memiliki pengetahuan ekonomi disamping menguasai prinsip-prinsip psikologi. Tidak dapat disangkal, psikologi sebenarnya dapat memberi sumbangan untuk membantu Indonesia keluar dari krisis-sebagaimana tahun 2002 Daniel Kahneman membuktikan psikolog dapat memperoleh Nobel untuk ekonomi. Kenyataan bahwa sangat sedikit sumbangan pikiran dari psikolog lebih dikarenakan ketidaktahuan kita tentang cara berpikir para ekonom. Apalagi, masalah ekonomi biasanya dibungkus dalam terminologi yang terdengar asing sehingga kita menjadi tidak percaya diri untuk ikut bicara. Tulisan ini akan mengangkat perbedaan cara pandang ekonom dan psikolog, serta mencicipi beberapa contoh topik yang diteliti disiplin baru behavioral economics yang merupakan wadah kolaborasi ekonom dan psikolog. Sebagai disiplin ilmu, harus diakui bahwa ekonomi lebih tua dari psikologi, dan karenanya tidak heran bila pada masa-masa awal beberapa ekonom berprofesi ganda sebagai psikolog' 1 Dalam makalah ini saya menggunakan is¬tilah "psikolog" untuk mereka yang melaku¬kan penelitian dalam bidang psikologi, dan tidak secara spesifik untuk mereka yang berprofesi psikolog. Versi awal tulisan ini merupakan invited speech pada Kongres X HIMPSI, Bali 1-3 Maret 2007. Saya ingin mengucapkan teri¬ma kasih kepada Panutan dan Erita yang memberi komentar terhadap draft karan¬gan ini. Korespondensi mengenai tulisan agar dialamatkan kepada Harry Susianto, Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, (Camerer & Loewenstein, 2004; De Cremer, Zeelenberg & Murnighan, 2006). Adam Smith, dalam bukunya The Theory of Moral Sentiments (1759/2006), misalnya, menyatakan bahwa perilaku ditentukan oleh dua proses yang bertentangan: passions (dorongan seperti seks atau rasa lapar) dan impartial spectator (proses di mana individu melihat dirinya dari kacamata orang lain, dan proses ini dapat menggagalkan dorongan passion). Memasuki era 1940-an, ekonomi menjadi lebih formal dan rasional. Teori ekonomi semakin kentara mengasumsikan manusia yang memiliki informasi yang lengkap, memaksimalkan
Kata Kunci:PSIKOLOGI; EKONOMI; INDONESIA
Lokasi:P.83
Terakreditasi:belum