Layanan journal yang disediakan oleh Perpustakaan Universitas Gunadarma
| Judul Artikel | : | STRATEGI PENANGGULANGAN KORUPSI DI SISTEM PELAYANAN KESEHATAN YANG INTEGRATIF DAN KOMPREHENSIF |
|---|---|---|
| Judul Terbitan | : | Jurnal THE ARY SUTA CENTER SERIES ON STRATEGIC MANAGEMENT |
| ISSN | : | 19797001 |
| Bahasa | : | IND |
| Tempat Terbit | : | Jakarta |
| Tahun | : | 0000 |
| Volume | : | Vol. 26 Issue 0 0000 |
| Penerbit | : | The Ary Suta Center |
| Frekuensi Penerbitan | : | |
| Penulis | : | dr. I Nyoman Sutarsa |
| Abstraksi | : | Sektor kesehatan, terutama sistem pelayanan kesehatan sangat rawan terhadap korupsi. Hal ini disebabkan karena sektor kesehatan memiliki kompleksitas yang tinggi yang melibatkan banyak aktorlpelaku dan juga padat modal (anggaran). Korupsi di sektor pelayanan kesehatan di Indonesia telah merugikan negara dalam jumlah yang signifikan. Korupsi terjadi mulai dari jajaran pemerintah pusat sampai pada level pemberi layanan klinis. Hal ini mengindikasikan bahwa Indonesia masih membutuhkan strategi penanggulangan korupsi di sektor kesehatan yang tersistem, tearah dan terukur - strategi yang mengedepankan prinsip integratif preventif, edukatif sekaligus represij. Model pemberantasan korupsi saat ini lebih banyak menggunakan pendekatan represif - sehingga kemungkinan hanya mengatasi gejala-gejala yang muncul. Kerangka pemberantasan korupsi seharusnya menekankan pada upaya untuk menghilangkan penyebab dasar terjadinya korupsi meliputi opportunity, incentive, attitudes dan early detection. Korupsi di sektor kesehatan berdampak negatif terhadap kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien, ditandai dengan peningkatan biaya layanan, inefisiensi pelayanan, pelayanan yang tidak efektif serta penurunan akuntabilitas pelayanan. Kondisi ini merupakan relevansi logis keterkaitan antara penanggulangan korupsi di sektor kesehatan dengan upaya meningkatkan kualitas pelayanan (clinical governance) - sekaligus merupakan dasar pemikiran bahwa prinsip penanggulangan korupsi dapat diintegrasikan kedalam praktik clinical governance masing-masing institusi pelayanan kesehatan. Integrasi ini menawarkan satu model intervensi yang lebih integratif dan komprehensif sehingga dapat mengakselerasi pencapaian sikap bebas korupsi, integritas personal, sistem audit yang berkesinambungan dan early warning system yang fungsional. Namun demikian, model integratifini masih dipengaruhi oleh praktik corporate governance dan komitmen para pemangku kekuasaan. Model ini akan menjadi lebih kuat dalam memberanu korupsi apabila pemberian sanksi terhadap tindak korup. juga diberikan bagi korporasi, tidak saja pada individu au kelompok. Metode pemberian sanksi pada korporasi dap. menjadi pendorong terciptanya corporate governance yan: bersib dan anti-korupsi. |
| Kata Kunci | : | sistem kesehatan; pelayanan kesehatan; koru; governance; corruption equilibrium; clinical governance; m layanan; akuntabilitas; Indonesia |
| Lokasi | : | P161 |
| Terakreditasi | : | belum |