Layanan penulisan ilmiah yang disediakan oleh Perpustakaan Universitas Gunadarma
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS MENGGUNAKAN METODE PDCA (PLAN-DO-CHECK-ACTION) PADA PRODUK MEDIUM VESSEL DI PT HEAVY DUTY EQUIPMENT INDONESIA
ABSTRAKSI :
PT Heavy Duty Equipment Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak pada pembuatan alat berat untuk transportasi tambang, salah satu produk yang dihasilkan adalah Medium vessel. Medium vessel merupakan produk yang berguna untuk mengangkut material seperti kerikil, batu, pasir, tanah, hasil tambang dan material lainnya. Produk medium vessel sebanyak 165 unit dinyatakan terdapat temuan defect dari total 197 unit yang diproduksi pada periode bulan Januari-April 2023. Berdasarkan hal tersebut, medium vessel dijadikan sebagai fokus pemasalahan pada penelitian ini dengan tujuan penelitian yaitu menentukan defect-defect yang terjadi serta melakukan analisis pengendalian kualitas pada produk medium vessel menggunakan metode Plan-Do-Check-Action (PDCA). Pada penelitian ini, metode yang digunakan dalam pengendalian kualitas produk medium vessel adalah Plan-Do-Check-Action (PDCA). Metode tersebut digunakan untuk menemukan akar penyebab terjadinya suatu defect pada produk, mengidentifikasi potensi kegagalan pada produk dan mengatasi masalah yang paling dominan. Metode ini digunakan sebagai usulan untuk mengurangi produk defect pada produk Medium Vessel di PT Heavy Duty Equipment Indonesia. Hasil pengolahan dan analisis data menunjukkan bahwa defect yang banyak terjadi adalah defect painting belang, defect baut kendor, dan defect hose hydraulic connect. Penyebab dominan terjadinya painting belang adalah komponen yang tersembunyi sehingga tidak terlihat, pada defect baut kendor penyebab dominannya adalah baut tidak ditorsi, pada defect hose hydraulic connect penyebab dominannya adalah salah ambil jalur hose. Berdasarkan hal tersebut maka diterapkan beberapa improvement terkait penyebab dominan tersebut. pada defect painting belang telah diterapkan penambahan lampu sorot portable untuk memudahkan operator dan Quality Control HDEI saat malam hari dan terbukti hal tersebut membawa perubahan baik, pada sebelum perubahan yaitu bernilai 2,89 setelah diterapkan penambahan lampu turun menjadi 0,89. Pada defect baut kendor telah diterapkan point self check baut bawaan unit Medium Vessel sebagai pengingat tambahan untuk baut bawaan unit yang sudah dibuka oleh operator agar di torsi kembali, setelah penerapan maka membawa hasil baik, sebelum diterapkan bernilai 3,1 kemudian setelah diterapkan point self check turun menjadi 0,37. Pada defect hose hydraulic connect telah diterapkan standar pemasangan hose hydraulic sebagai acuan operator mengenai kondisi apa yang boleh atau tidak pada pemasangan hose hydraulic, sebelum diterapkan bernilai 0,2, kemudian setelah diterapkan turun menjadi 0,1.