Layanan penulisan ilmiah yang disediakan oleh Perpustakaan Universitas Gunadarma
DAMPAK PENERAPAN PSAK 115 TENTANG PENDAPATAN KONTRAK DENGAN PELANGGAN TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN RETAIL
ABSTRAKSI :
PSAK 115 yang berlaku efektif mulai 1 Januari 2024 merupakan hasil penyesuaian terhadap IFRS 15 yang menekankan prinsip principle-based dalam pengakuan pendapatan. Penerapan standar ini membawa perubahan signifikan terhadap penyajian laporan keuangan karena pendapatan hanya dapat diakui ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan PSAK 115 tentang Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan serta mengevaluasi dampaknya terhadap kinerja keuangan perusahaan ritel di Indonesia. Objek penelitian mencakup PT Erajaya Swasembada Tbk, PT Aspirasi Hidup, dan PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif melalui analisis laporan keuangan yang dikaitkan dengan proses identifikasi kontrak, pengukuran, pengakuan, dan pengungkapan pendapatan sesuai PSAK 115. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga perusahaan telah menerapkan PSAK 115 secara sesuai, meskipun dampaknya terhadap kinerja keuangan berbeda-beda. Penerapan PSAK 115 menyebabkan penurunan Net Profit Margin (NPM) dan Return on Assets (ROA) akibat penundaan pengakuan pendapatan, serta penurunan Current Ratio (CR) yang disebabkan oleh meningkatnya liabilitas kontrak. Dampak paling signifikan terjadi pada PT Erajaya Swasembada Tbk dan PT Aspirasi Hidup, sedangkan PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk mengalami dampak yang lebih moderat karena dominasi transaksi tunai.