Layanan penulisan ilmiah yang disediakan oleh Perpustakaan Universitas Gunadarma
Gaya Kelekatan Pasangan pada Perempuan Dewasa Awal yang Hidup Tanpa Figur Ayah karena Perceraian
ABSTRAKSI :
Gaya kelekatan yang terbentuk sejak masa kanak-kanak memainkan peran penting dalam dinamika hubungan interpersonal pada masa dewasa. Bagi perempuan dewasa awal yang hidup tanpa figur ayah akibat perceraian, pola kelekatan ini menjadi faktor penentu dalam membentuk hubungan dengan pasangan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran deskriptif mengenai gaya kelekatan pada perempuan dewasa awal yang tidak memiliki figur ayah akibat perceraian. Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini, dengan metode purposive sampling yang melibatkan 120 perempuan dewasa awal berusia 18-29 tahun sebagai subjek. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner Experience in Close Relationship-Revised (ECR-R), yang mengukur dua dimensi utama gaya kelekatan: kecemasan dan penghindaran. Hasil menunjukkan mayoritas responden memiliki gaya kelekatan tidak aman; hal ini ditandai oleh kecemasan tinggi, seperti takut penolakan dan ketergantungan berlebih; serta penghindaran tinggi, ditandai dengan menghindari kedekatan mendalam. Temuan ini menegaskan dampak signifikan ketiadaan figur ayah terhadap perkembangan gaya kelekatan yang tidak aman