Pemaafan merupakan sebuah kesediaan untuk tidak membalas dendam, marah, rasa ingin melukai justru menumbuhkan pikiran, perasaan, motif yang lebih positif yang melibatkan aspek tingkah laku, afektif, dan kognitif sehingga termotivasi memberikan kebaikan kepada orang yang menyakiti dirinya sebagai cara untuk meningkatkan kesejahteraan diri. Empati merupakan upaya untuk memahami keadaan orang lain, merasakan emosi, dan memahami penyebab terjadinya sesuatu pada orang lain dengan menempatkan pikiran dan perasaaan ke dalam keadaan orang lain. Penelitian ini bertujuan menguji apakah terdapat hubungan antara empati dengan pemaafan pada wanita korban (KDRT). Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam yaitu teknik purposive sampling dan snowball sampling. Jumlah sampel yang didapatkan dari penelitian ini yaitu 151 responden. Metode penelitian pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala empati dan skala pemaafan yang disusun berdasarkan Skala Likert. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,699 dan nilai signifikansi 0,000. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan positif. Artinya semakin tinggi empati maka semakin tinggi pemaafan dan begitu sebaliknya, semakin rendah empati maka semakin rendah pula pemaafannya.
Tekan ESC untuk menutup