Layanan penulisan ilmiah yang disediakan oleh Perpustakaan Universitas Gunadarma
Kesejahteraan Psikologis pada Driver Ojek Online
ABSTRAKSI :
Seiring berjalannya waktu, ojek online telah menjadi gaya hidup bagi kota urban. Tingginya permintaan masyarakat terhadap jasa ojek online mendorong tingginya permintaan masyarakat untuk menjadi driver ojek online. Menjadi driver ojek online mendapatkan berbagai macam keuntungan. Namun, disisi lain driver ojek online juga mengalami permasalahan-permasalahan saat bekerja. Adanya kondisi tekanan dari permasalahan-permasalahan yang dihadapi para driver ojek online tentu menjadi tantangan tersendiri bagi driver ojek online untuk menjaga kualitas hidup agar tetap dapat bertahan hidup. Evaluasi ddalam mengatasi kondisi yang kurang menyenangkan tersebut tentu berkaitan dengan kesejahteraan psikologis. Kesejahteraan psikologis adalah kemampuan individu dalam memenuhi fungsi psikologisnya secara baik dan positif yang diukur berdasarkan dimensi-dimensi kesejahteraan psikologis, yaitu penerimaan diri, hubungan positif dengan orang lain, otonomi, penguasaan lingkungan, tujuan hidup dan pertumbuhan pribadi. Dengan kondisi kehidupan yang dijalani para driver ojek online, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kesejahteraan psikologis pada driver ojek online. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang melibatkan 100 driver ojek online aktif di wilayah Jakarta Selatan yang bekerja delapan jam dalam sehari dan sudah bekerja sebagai driver ojek online minimal satu tahun. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa driver ojek online aktif di wilayah Jakarta Selatan secara keseluruhan memiliki tingkat kesejahteraan psikologis yang tinggi dengan nilai mean empirik sebesar 133,07. Dimensi otonomi menduduki posisi tertinggi yang berarti driver ojek online yang menjadi responden dalam penelitian ini mampu untuk menentukan nasib sendiri, mandiri dan mengatur perilakunya sendiri. Posisi kedua diduduki oleh dimensi penerimaan diri, lalu posisi ketiga diduduki oleh dimensi hubungan positif dengan orang lain, posisi keempat diduduki oleh dimensi tujuan hidup, selanjutnya posisi kelima diduduki oleh dimensi pertumbuhan pribadi. Dimensi penguasaan lingkungan menduduki posisi paling rendah yang berarti driver ojek online yang menjadi responden dalam penelitian ini masih perlu mengembangkan kemampuan dalam mengelola lingkungan, memanfaatkan peluang di sekitarnya secara efektif dan memilih atau menciptakan konteks yang sesuai dengan kebutuhan dan nilai-nilai pribadi. Kesejahteraan psikologis pada driver ojek online dalam penelitian juga dilihat berdasarkan data demografis diantaranya usia, jenis kelamin, status perkawinan, nama perusahaan ojek online, lama bekerja dan jumlah penghasilan.