ABSTRAKSI :
Gudang sangat berpengaruh kelangsungan jalannya usaha dan tidak bisa lepas dari dunia industri. Gudang sangat penting menjaga rantai pasok bahan baku, mendukung stock terhadap panjangnya waktu produksi, pengurangan biaya transportasi dan produksi, dan untuk memenuhi kebutuhan proses produksi. Sehingga setiap perusahaan perlu melakukan manajemen pergudangan yang merupakan suatu tatanan untuk mengelola pergudangan dan pendistribusian barang-barang agar barang yang tersimpan tetap dalam keadaan baik dan didistribusikan kepada para peminta pada waktu, spesifikasi, dan jumlah yang tepat. PT. Indolakto Factory Jakarta ialah perusahaan yang bergerak dalam sektor pengolahan susu yang memproduksi minuman susu kemasan. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1967, dengan produk awalnya yaitu susu kental manis, susu pasteurisasi, butter, dan susu cair steril yang sering kita dengar sekarang dengan merk “Indomilkâ€. PT. Indolakto hingga saat ini total sudah memiliki 6 pabrik pengolahan susu dan 1 gudang pusat yang terletak di citeureup. Khusus di PT. Indolakto Factory Jakarta pada saat ini memproduksi susu cair steril, susu kental manis dan lain-lainnya yang membutuhkan bahan baku yang beragam yaitu sesuai kebutuhan sehingga manajemen pergudangan yang efektif dan efisien sangat diperlukan. Manajemen pergudangan di PT. Indolakto Factory Jakarta disesuaikan dengan klasifikasi barangnya yaitu gudang bahan baku, gudang bahan kemasan, gudang produk jadi sementara, dan gudang spare parts. Gudang bahan baku dibagi menjadi dua yaitu gudang bahan baku mayor dan minor. Gudang bahan baku mayor meliputi aktivitas penerimaan barang, penyimpanan barang, dan pengeluaran barang ke proses produksi. Aktivitas penerimaan barang terdiri atas pemeriksaan dokumen yang diperlukan, pemeriksaan kendaraan dan kualitas barang oleh petugas quality control, proses pembongkaran muatan, penyimpanan di gudang, dan penyelesaian adminitrasi yang diperlukan. Aktivitas penyimpanan barang terdiri atas menentukan tata letak penempatan barang sesuai dengan layout yang telah ditetapkan perusahaan, menyimpan arsip dokumen pendukung barang masuk, dan melakukan pengecekatan stock fisik material untuk dibandingkan dengan stock material yang ada di sistem. Aktivitas pengeluaran bahan baku mayor meliputi penerimaan surat reservasi penerimaan bahan baku mayor, mengantarkan bahan baku mayor ke dumper produksi, dan melakukan rekapitulasi perhitungan pengeluaran barang ke tempat produksi.