REPOSITORY

Layanan penulinsa ilmiah yang disediakan oleh Perpustakaan Universitas Gunadarma

MEMPELAJARI PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU INTERNAL TREATMENT (BOILING) PADA PT STRIVECHEM INDONESIA

ABSTRAKSI :
Perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang mengolah barang menjadi barang setengah jadi maupun barang jadi. Kegiatan manufaktur ini sangat berhubungan dengan persediaan barang baku tersebut. Adanya persediaan akan melancarkan proses produksi, sehingga mampu memenuhi kebutuhan produksi. Sebaliknya, jika persediaan tidak tersedia, tentu akan menghambat proses produksi. Persediaan yang berlebih dan tidak pada waktunya juga akan mendatangkan kerugian bagi perusahaan, seperti mengakibatkan adanya pemborosan pada biaya penyimpanan. Oleh karena itu, persediaan yang dilakukan harus tepat dalam segi jumlah, waktu, dan pengalokasiannya Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu dilakukannya pengendalian persediaan bahan baku untuk menjaga ketersediaan persediaan dalam jumlah yang tepat, pada waktu yang tepat, dan penggunaan yang tepat. Hal ini membantu proses produksi berjalan lancar serta membantu meminimalkan biaya yang dikeluarkan perusahaan. Pengendalian persediaan dapat dilakukan dengan berbagai upaya seperti melakukan pembelian yang ekonomis baik dari segi harga dan kuantitas, menetapkan safety stock, melakukan pendataan secara periodik, ataupun menentukan jumlah persediaan yang telah disesuaikan dengan kebutuhan produksi. Pengendalian persediaan bahan baku telah diterapkan oleh PT Strivechem Indonesia dalam pembuatan berbagai jenis produk berbahan dasar plastik, salah satunya produk water treatment (boiling). Produk water treatment (boiling) memiliki 6 proses, mulai dari persiapan sampai barang siap kirim. Proses tersebut yaitu proses persiapan bahan baku, proses mixing, proses inject, proses pengecekkan produk, proses pengepakkan, dan proses pengiriman produk ke gudang barang jadi. PT Strivechem Indonesia melakukan pengendalian terhadap persediaan bahan bakunya yang dimulai dari pengecekan stok, untuk memastikan tersedianya bahan baku sesuai dengan kebutuhan produksi. Apabila mencapai 2000kg bahan baku berarti mencukupi, maka bahan baku akan langsung digunakan untuk proses produksi. Apabila tidak mencukupi, maka perusahaan harus memesan bahan baku terlebih dahulu ke pemasok. Pengendalian persediaan juga dilakukan saat bahan baku datang dari supplier atau pemasok secara fisik, yaitu dari segi kuantitas maupun kualitas. Langkah selanjutnya yaitu pengawasan pada saat pengeluaran bahan baku berdasarkan Production Job Order Slip yang berisi jumlah bahan baku yang dibutuhkan untuk kebutuhan produksi. Pengendalian selanjutnya dilakukan dengan pencatatan dan pelaporan bahan baku yang keluar dan masuk gudang. Sistem pencatatan hasil perhitungan persediaan yang digunakan perusahaan adalah sistem pencatatan perpetual. Hal ini berarti perusahaan akan mencatat setiap mutasi yang terjadi pada persediaan barangnya, baik secara manual maupun pada sistem komputer, agar jumlah persediaan bahan baku yang ada selalu ter-update setiap saat, untuk mengantisipasi Stock opname, atau pemeriksaan stok skala random yang dilakukan bagian inventory control.
NOMOR INDUK :
FTI/ID/SSM/2038/2019
NOMOR PANGGIL :
PEMBIMBING :
AINUL HAQ
TANGGAL SIDANG :
2019-06-20
TANGGAL PENYERAHAN :
2019-09-18 22:58:20
JENIS PENULISAN :
PENULISAN ILMIAH JENJANG SETARA SARJANA MUDA
BERKAS PENULISAN
COVER PENULISAN
LEMBAR PENGESAHAN
PERNYATAAN ORIGINALITAS & PUBLIKASI
PARAF & STEMPEL LEMBAR PENGESAHAN
ABSTRAKSI (BAHASA INDONESIA)
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
BAB I
BAB II
BAB III
BAB IV
BAB V
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR LAMPIRAN
DOKUMEN PRESENTASI SIDANG
DOKUMEN LAIN
OUTPUT PROGRAM