Layanan penulisan ilmiah yang disediakan oleh Perpustakaan Universitas Gunadarma
Optimasi Faktor-Faktor Kualitas Pada Proses Transmitansi Bambu Ater (Gigantochloa Atter) Sebagai Bahan Baku Industri Furnitur
ABSTRAKSI :
Penelitian ini berfokus pada optimasi pembuatan bambu transparan, sebuah inovasi material yang menjanjikan untuk meningkatkan nilai tambah bambu dan memperluas aplikasinya, terutama dalam industri furnitur. Bambu, khususnya bambu ater (Gigantochloa atter), dipilih sebagai objek penelitian karena potensinya yang besar sebagai material alternatif pengganti kayu, terutama di tengah meningkatnya permintaan dan isu keberlanjutan lingkungan. Proses pembuatan bambu transparan melibatkan dua tahap utama: delignifikasi dan polimerisasi. Delignifikasi bertujuan menghilangkan lignin, komponen utama yang membuat bambu tidak tembus cahaya. Polimerisasi kemudian dilakukan untuk memperkuat struktur bambu yang telah mengalami delignifikasi dan meningkatkan transparansinya.Penelitian ini bertujuan menentukan faktor-faktor yang terpilih untuk meningkatkan kualitas pada proses transmitansi bambu ater sebagai bahan baku industri furnitur, serta menentukan nilai optimum dari faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas pada proses tersebut. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi tingkat pengaruh atau signifikansi serta kontribusi dari faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat transmitansi bambu ater.Penelitian ini menggunakan metode Taguchi, sebuah pendekatan statistik yang efisien, untuk mengidentifikasi kombinasi optimal dari parameter-parameter proses yang mempengaruhi tingkat transmitansi cahaya pada bambu. Faktor-faktor yang dipertimbangkan meliputi aksial bambu (pangkal, tengah, ujung), konsentrasi NaOH yang digunakan dalam delignifikasi, durasi perendaman dalam larutan NaClO2 + CH3COOH, dan durasi perendaman dalam larutan NaClO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi optimal dari faktor-faktor tersebut adalah aksial pangkal, NaOH 2 gram, NaClO2 + CH3COOH 4 jam, dan NaClO 180 menit. Kombinasi ini menghasilkan peningkatan transmitansi cahaya sebesar 37,13% dibandingkan dengan kondisi awal. Analisis variansi (ANOVA) juga dilakukan untuk mengukur tingkat pengaruh setiap faktor terhadap transmitansi bambu. Hasil ANOVA menunjukkan bahwa NaClO2 + CH3COOH memiliki pengaruh paling signifikan, diikuti oleh NaClO, aksial bambu, dan NaOH.