Kerja praktik ini membahas pengamatan pekerjaan pembuatan tangki septik dan pengecoran dinding parapet sungai pada proyek pembangunan Kampus F9 Universitas Gunadarma. Permasalahan utama yang dikaji adalah bagaimana tahapan pelaksanaan kedua pekerjaan tersebut dilakukan di lapangan serta hal-hal teknis yang perlu diperhatikan agar hasil pekerjaan sesuai dengan kebutuhan proyek. Tujuan pengamatan ini adalah untuk mengetahui proses pelaksanaan pekerjaan tangki septik dan dinding parapet sungai, serta mengidentifikasi kendala yang terjadi beserta solusi yang diterapkan di lapangan. Metode penulisan yang digunakan adalah metode deskriptif melalui observasi lapangan, studi dokumentasi, dan studi literatur. Observasi dilakukan terhadap tahapan pengecoran lantai dasar, dinding, pembesian penutup, pengecoran penutup tangki septik, serta tahapan pembesian, pemasangan bekisting, pengecoran, dan pengecekan hasil dinding parapet sungai. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa keberhasilan pekerjaan beton bertulang tidak hanya ditentukan oleh proses pengecoran, tetapi juga dipengaruhi oleh kesiapan alat dan bahan, ketelitian pembesian, kekuatan bekisting, pemadatan beton, serta pengawasan lapangan. Pada pekerjaan tangki septik ditemukan kendala berupa bekisting yang kurang rapat sehingga sebagian beton meluber dan permukaan dinding menjadi kurang rata. Pada pekerjaan dinding parapet sungai, permasalahan yang ditemukan berkaitan dengan penerapan keselamatan kerja yang belum optimal. Kesimpulan dari pengamatan ini adalah bahwa pekerjaan tangki septik dan dinding parapet sungai perlu dilaksanakan secara teliti, teratur, dan diawasi dengan baik agar menghasilkan konstruksi yang kuat, rapi, aman, dan sesuai dengan fungsi bangunan.
Tekan ESC untuk menutup