Layanan penulisan ilmiah yang disediakan oleh Perpustakaan Universitas Gunadarma
PENGARUH KUALITAS HUBUNGAN KAKEK-NENEK PADA CUCU TERHADAP SUBJECTIVE WELL BEING
ABSTRAKSI :
Kakek-nenek sering kali memiliki peran penting dalam kehidupan cucu mereka, baik dalam aspek emosional maupun sosial. Dalam membesarkan anak, setiap orang tua pasti membutuhkan bantuan dan tak dapat dipungkiri, bantuan terbesar kerap datang dari orang tua sendiri atau disebut kakek-nenek. Kakek-nenek memiliki peran penting dalam kehidupan cucu, tidak hanya sebagai pengasuh tetapi juga pemberi dukungan emosional dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas hubungan kakek-nenek pada cucu terhadap subjective well-being. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang merupakan kakek-nenek aktif bersama cucunya, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri dari skala kualitas hubungan serta skala SWB yang menggabungkan Satisfaction with Life Scale (SWLS) dan Positive Affect Negative Affect Schedule (PANAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas hubungan berpengaruh signifikan terhadap dimensi afek positif dan kepuasan hidup (life satisfaction, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap afek negatif. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin baik kualitas hubungan antara kakek-nenek dan cucu, maka semakin tinggi pula afek positif dan kepuasan hidup yang dirasakan, meskipun tidak secara langsung menurunkan afek negatif. Dengan demikian, kualitas hubungan antargenerasi berperan penting dalam meningkatkan subjective well-being, khususnya dalam aspek positif dan kepuasan hidup.