REPOSITORY

Layanan penulisan ilmiah yang disediakan oleh Perpustakaan Universitas Gunadarma

PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG CILANDAK OFFICE PARK JAKARTA SELATAN PT. TERAS NIRWANA BALI

ABSTRAKSI :
Saat ini, banyak perusahaan yang sedang melebarkan sayap kesuksesan dengan mempertahankan keeksistensiannya sehingga mempengaruhi akan kuantitas dan kualitas material penyokongnya. Salah satunya dengan meningkatkan quota tenaga kerja, sehingga penambahan akan kebutuhan ruang kerja dirasa perlu adanya. PT. Teras Nirwana Bali dengan menunjuk PT. PP Dirganeka selaku kontraktor dan PT. Patroon Arsindo selaku konsultan mempercayai untuk membangun gedung perkantoran baru Cilandak Office Park yang ditargetkan selesai pada bulan Maret 2011. Proses pelaksanaan terhitung lamban dari waktu perencanaan awal. Hal ini dikarenakan pengurusan perizinan pada pemerintah pusat yang terbilang sangat sulit. Akibatnya, proyek mundur sekitar empat bulan dari waktu perencanaan yang telah ditetapkan dalam isi kontrak. Proyek tersebut dibangun di atas sebuah lahan seluas 3393,2m2 dan luas bangunan 1788,77m2 yang terdiri dari 1 lantai basement dan 14 lantai ruang kerja. Nilai proyek tersebut sebesar Rp 12.400.000.000,00. Pelaksanaan pekerjaannya terdiri dari pekerjaan struktur bawah dan struktur atas. Pekerjaan struktur bawah terdiri dari pekerjaan pondasi dengan tiang bor dan sistem dewatering. Adanya sistem dewatering ini dikarenakan kedalaman galian basement yang melebihi muka air tanah (MAT) asli. Galian basement berada pada El.-4,0m sedangkan berdasarkan hasil uji tanah didapatkan letak MAT pada El.-1,5m – El.-1,7m. Dewatering berfungsi untuk menurunkan muka air tanah sehingga tidak mengganggu jalannya konstruksi pada daerah galian, karena sifat air yang dapat merusak mutu akan bangunan yang dibangun. Sistem ini terdiri dari 3 macam sumur yaitu 2 lubang deepwell point yang berfungsi untuk memompa air dari dalam tanah, 2 lubang sumur piezometer sebagai pemantau penurunan muka air tanah yang terjadi, dan 2 lubang sumur recharging sebagai pengisi muka air tanah di luar lokasi proyek apabila terjadi penurunan yang melebihi ambang batas yang telah diperhitungkan. Dengan menggunakan metode Hausmann dan metode Thiem didapatkan kapasitas air yang harus dipompa untuk mencapai penurunan rencana El. -5m yaitu menggunakan pompa submersible berkapasitas 300 lt/menit. Kata Kunci: Sistem dewatering ,deepwell point, metode Hausmann, metode Thiem, kapasitas pompa
NOMOR INDUK :
PEMBIMBING :
DR. SRI WULANDARI
TANGGAL SIDANG :
11/01/2011
TANGGAL PENYERAHAN :
14/11/2011
JENIS PENULISAN :
PENULISAN ILMIAH JENJANG D3
BERKAS PENULISAN
COVER PENULISAN
LEMBAR PENGESAHAN
PERNYATAAN ORIGINALITAS & PUBLIKASI
ABSTRAKSI (BAHASA INDONESIA)
ABSTRAKSI (BAHASA INDONESIA)
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I
BAB II
BAB III
BAB IV
BAB IV
BAB V