Layanan penulisan ilmiah yang disediakan oleh Perpustakaan Universitas Gunadarma
Resiliensi Pada Remaja Korban Bullying
ABSTRAKSI :
Bullying merupakan salah satu masalah serius yang menjadi perhatian global dan memiliki dampak yang mengkhawatirkan bagi masa depan remaja. Remaja yang menjadi korban bullying harus memiliki kekuatan secara psikologis agar tidak mengalami depresi, kecemasan dan stress. Salah satunya adalah resiliensi, yang mengacu pada kemampuan individu untuk mengatasi tekanan, kesulitan, dan trauma, serta untuk pulih dan tumbuh menjadi lebih kuat melalui pengalaman-pengalaman tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran resiliensi pada remaja korban bullying. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan skala The Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) yang dikembangkan oleh Connor dan Davidson (2003). Sampel pada penelitian ini terdiri dari 130 remaja korban bullying yang berusia 13-18 tahun dan berada di Jabodetabek. Pengumpulan sampel didapat dengan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh resiliensi pada remaja korban bullying termasuk dalam kategori tinggi. Artinya remaja korban bullying memiliki kemapuan untuk mengatasi dan bangkit kembali dari situasi yang sulit atau dampak dari bullying seperti depresi, kecemasan dan stress. Setiap aspek resiliensi termasuk dalam kategori yang tinggi, namun aspek personal competence, trust in one’s instincts memiliki mean empirik paling tinggi dari pada aspek lainnya.