Kadar Testosteron dan Apoptosis pada Sel Penis dan Prostat dengan Pemberian Buceng
Taufiqurrachman ISSN 01261762 Vol.46 No.1 · 0000
Abstrak
Latar belakang: Apoptosis adalah mekanisme biologi penting dalam proses penuaan, penurunan vitalitas, dan penurunan fungsi fisiologis organ. Buceng telah dipakai secara tradisional untuk menghambat penuaan dan meningkatkan vitalitas pria. Efek buceng terhadap peningkatan kadar testosteron (Te) dan penurunan apoptosis sampai sekarang masih belum dibuktikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap efek buceng terhadap peningkatan kadar Te dan penurunan apoptosis sel penis dan prostat pada tikus jantan Sprague Dawley. Metode: Post test only control group design dengan sampel 60 tikus jantan galur Sprague Dawley umur 90 hari dengan berat badan (BB) ±300 gram, dibagi menjadi 4 kelompok secara multistage random masing-masing terdiri dari 15 ekor (ditentukan menurut formula Federer). Kelompok A, tikus dikastrasi, diberi buceng aa 50 mg. Kelompok B, tikus tanpa dikastrasi, langsung dimatikan, sebagai kontrol positif. Kelompok C, tikus dikastrasi, diberi akuades 2 ml., sebagai kontrol negatif. Kelompok D, tikus dikastrasi, diberi mesterolon 6,75 mg yang dilarutkan dalam air. Analisis statistik: untuk menguji perbedaan kadar Te dan apoptosis adalah uji Manova. Semua analisis dilakukan dengan metode SPSS 13, dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Analisis Manova dengan prosedur Wilk lambda, pada empat kelompok menunjukkan bahwa kadar Te, apoptosis pada sel penis dan prostat di antara kelompok berbeda bermakna (p=0, 000).
Website ini menggunakan cookie analitik (Google Analytics) untuk memahami cara pengunjung menggunakan layanan kami. Cookie sesi digunakan untuk keamanan login dan tidak memerlukan persetujuan.