Detail Jurnal Ilmiah

Jurnal Ilmiah  ·  Tidak Terkategori

PENDAMPINGAN PROSES SERTIFIKASI MINYAK AKAR WANGI ORGANIK YANG TERINTEGRASI DALAM UPAYA PENINGKATAN NILAI STRATEGIS KOMODITAS EKSPOR MINYAK ATSIRI INDONESIA

Asep Kadarohman; Ratnaningsih Eko Sardjono; Gebi Dwiyanti; Lela Lailatul K ISSN 14121891 Vol.13 No.13 · 0000

Abstrak

Akar wangi (Vetiveria zizanoides) merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan
Indonesia, karena Indonesia merupakan negara kedua terbesar setelah Haiti sebagai
pengekspor minyak akar wangi (vetiver oil) di dunia, dan pada tahun 2010 menjadi negara
pengekspor pertarna dengan adanya bencana di Haiti. Di sisi lain, pasar produk pertanian
dari hari ke hari sernakin mengglobal dan menyaratkan usaha dan perhatian lebih dari
produsen. Seiring dengan meningkatnya perdagangan global, standar rnutu produk pertanian
menjadi sernakin penting untuk dapat mengakses pasar ekspor. Keingintahuan konsumen di
negara pengimpor mengenai standar produksi yang diterapkan di negara produsen rnaupun
kernarnputelusuran dalam sebuah rantai pasokan menjadi sernakin relevan dalarn
perdagangan internasional. Petani, pengolah dan eksportir di negara produsen harus familiar
dengan standar-standar tersebut serta rnampu menerapkan dalarn budidaya dan pengolahan
produknya jika mereka ingin tetap bisa bersaing di pasar dunia. Oleh karena itu, perlu
langkah konkret yang harus dilakukan para pelaku industri minyak akar wangi agar tetap
bertahan dan marnpu bersaing di global market. Salah satunya adalah dengan mernproduksi
rninyak akar wangi organik (organic vetiver oil) yang bersertifikat skala internasional.
Penggunaan lahan sebanyak I hektar sebagai demonstration plot (dernplot) budidaya akar
wangi organik yang ditanam secara tumpang sari dengan sayuran kentang. Pembudidayaan
dilakukan dengan sistem pertanian organik secara terpadu dan terintegrasi, mula: dari
penanaman, pernupukan, penyiangan, pembasmian hama dan penyakit, pemanenan serta
pada pengolahan produk. Oari hasil yang diperoleh, kualitas minyak akar wangi organik
telah mernenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Diantaranya adalah nilai randernen >
50% (pada non-organik < 50%), penampakan fisik akar yang lebih bersih dan lebat jika
dibandingkan akar wangi non-organik, serta data dari hasil uji SNI dan residu pestisida
minyak akar wangi.
Rekomendasi

Artikel Jurnal Terkait

Lihat semua

Tekan ESC untuk menutup