Integrasi kecerdasan buatan dalam sistem desain berkembang pesat, namun tantangan sinkronisasi dokumen perancangan dengan implementasi nyata masih memicu hambatan kegunaan (usability). Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi Google Stitch dalam implementasi sistem desain berdasarkan prinsip evaluasi heuristik. Pendekatan metode kombinasi diterapkan melalui pengujian aspek usabilitas melibatkan 15 evaluator kompeten. Instrumen penelitian mengombinasikan penilaian kuantitatif skala tingkat keparahan (angka 0–4) dan umpan balik kualitatif esai pendek memanfaatkan Google Form. Tahap analisis memproses data melalui perhitungan rata-rata indeks kuantitatif, yang kemudian dilanjutkan dengan perumusan matriks rencana tindakan (action plan) atas temuan data ekstrem (outlier) untuk mengisolasi kendala kegunaan yang bersifat fatal meskipun nilai rata-rata parameter tersebut secara agregat tergolong rendah. Hasil pengujian kuantitatif menghasilkan rata-rata nilai global sebesar 0,97 (Cosmetic problem), yang menunjukkan adanya hambatan ringan pada permukaan antarmuka dan tidak memerlukan perbaikan segera. Kendati demikian, matriks rencana tindakan berhasil memetakan delapan hambatan kritis individual akibat visualisasi pemrosesan data yang absen, kelambatan respons fitur pembatalan, hingga kerusakan tautan menu bantuan. Google Stitch terbukti mampu memproduksi antarmuka secara instan, meskipun model kecerdasan buatan masih membutuhkan optimalisasi menyeluruh pada fungsionalitas sistem latar (backend).
Tekan ESC untuk menutup