ABSTRAK Toxic relationship merupakan bentuk hubungan romantis tidak sehat yang marak dialami oleh perempuan, khususnya pada tahap dewasa awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran persepsi kehadiran ayah pada perempuan dewasa awal yang bertahan dalam toxic relationship. Penelitian ini menggunakan metode studi kuantitatif deskriptif. Responden dalam penelitian ini berjumlah 70 orang perempuan berusia 18–30 tahun yang sedang berada dalam hubungan romantis yang toxic. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan teknik pengambilan data menggunakan skala Father Presence Questionnaire yang dikembangkan oleh Krampe dan Newton (2006), dan analisis data menggunakan studi deskriptif yang mengungkapkan nilai mean, standar deviasi, dan kategori. Uji reliabilitas alat ukur pada penelitian ini menggunakan teknik koefisien Alpha's Cronbach dengan hasil sebesar 0,981. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan mean empirik persepsi kehadiran ayah berada pada kategori sedang (145,62), dimana untuk aspek feelings about the father, perception of father's involvement, physical relationship with father, dan father-mother relationship berada pada kategori sedang, sedangkan aspek conceptions of father's influence berada pada kategori sangat tinggi. Kata Kunci: Persepsi Kehadiran Ayah, Toxic Relationship, Perempuan Dewasa Awal
Tekan ESC untuk menutup