Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh Overconfidence, Herding Behavior, dan Fear of Missing Out (FoMO) terhadap keputusan investasi cryptocurrency pada Generasi Z dengan adopsi teknologi finansial cryptocurrency sebagai variabel mediasi serta untuk mengetahui variabel yang paling dominan terhadap adopsi teknologi finansial dan keputusan investasi cryptocurrency. Metode analisis pada penelitian ini menggunakan data primer kuantitatif. Tahap pengujian yang dilakukan meliputi pengujian outer model yang terdiri atas uji validitas konvergen, validitas diskriminan, dan reliabilitas, serta pengujian inner model yang terdiri atas koefisien determinasi, predictive relevance dan pengujian hipotesis melalui nilai path coefficient. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh melalui instrumen kuesioner, dan data valid yang berhasil dikumpulkan sebanyak 150 responden. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini adalah menggunakan teknik purposive sampling. Alat bantu pengujian yang digunakan adalah SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Overconfidence, Herding Behavior, dan FoMO berpengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap keputusan investasi dan adopsi teknologi finansial cryptocurrency pada Generasi Z. Selain itu, adopsi teknologi finansial cryptocurrency berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi cryptocurrency serta mampu memediasi pengaruh Overconfidence, Herding Behavior, dan FoMO terhadap keputusan investasi cryptocurrency pada Generasi Z. Variabel yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap adopsi teknologi finansial maupun dalam memengaruhi keputusan investasi cryptocurrency adalah Herding Behavior.
Tekan ESC untuk menutup