Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris apakah terdapat hubungan anonimitas dan self-disclosure pada generasi z pengguna media sosial X. Hipotesis pada penelitian ini adalah terdapat hubungan yang positif antara anonimitas dan self-disclosure pada generasi z pengguna media sosial X. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah remaja yang berusia 18 sampai 24 tahun yang menggunakan media sosial X. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, melalui google form. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah non-probability sampling, adapun teknik non-probability sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Anonimitas pada penelitian ini, peneliti mengadaptasi skala Anonymity Scale yang dikembangkan oleh Lee, dkk. (2016) berdasarkan teori dimensi anonimitas menurut Pfitzmann dan Hansen (2008). Self-disclosure dalam penelitian ini menggunakan skala Revised Self-Disclosure Scale (RSDS) milik Wheeles dan Grotz (1976) berdasarkan aspek-aspek self-disclosure. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik uji korelasi bivariat dan olah data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan bantuan Statistical Program for Social Science (SPSS).
Tekan ESC untuk menutup