Layanan penulisan ilmiah yang disediakan oleh Perpustakaan Universitas Gunadarma
HUBUNGAN ANTARA ESCAPISM DAN BINGE-WATCHING PADA REMAJA
ABSTRAKSI :
Dari tahun ke tahun, kemajuan internet dan teknologi membuat menonton film dan drama menjadi lebih mudah bagi individu untuk bersantai, berinteraksi, dan menghibur diri. Hal ini menimbulkan remaja untuk melakukan aktivitas menonton satu seri penuh dalam satu sesi menonton yang beberapa tahun terakhir disebut dengan maraton film atau binge-watching. Istilah binge-watching dipopulerkan oleh Netflix pada tahun 2013. binge-watching didefinisikan sebagai menonton tiga sampai enam episode terus menerus tanpa jeda tanpa ada perasaan bersalah yang terkait dengannya. Faktor pendorong penggunaan internet di kalangan remaja adalah sebagai bentuk pelarian dari tanggung jawab, yang biasanya digunakan untuk mencari hiburan dengan maraton film atau binge-watching. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap perilaku binge-watching adalah escapism. Binge-watching juga sering digunakan sebagai bentuk escapism, di mana penonton melarikan diri dari stres atau tekanan kehidupan sehari-hari dengan tenggelam dalam dunia fiksi. escapism merupakan perilaku menghindari masalah dengan membayangkan apabila berada dalam suatu situasi lain yang lebih menyenangkan, menghindari masalah dengan suatu aktivitas. Penggunaan media seperti binge-watching dapat menawarkan pelarian sementara dari masalah-masalah tersebut, tetapi melarikan diri dari kenyataan dengan menonton film secara berlebihan dapat menghalangi remaja mengembangkan kemampuan yang sehat untuk mengatasi stress dan masalah hidup. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria responden yaitu usia remaja, berusia 17-22 tahun, pelanggan layanan platform video on demand dan pernah menonton dua hingga enam episode serial film atau drama dalam sekali duduk. Pengukuran data pada variabel binge-watching menggunakan Binge-Watching (BWESQ) mengacu pada aspek binge-watching yaitu: loss of control, engagement, dependency, desire/savoring, positive emotions, binge-watching, dan pleasure preservation. Pengukuran data pada variabel escapism menggunakan consumer escapism scale (CES) mengacu pada aspek escapism yang reality detachment, cognitive distraction, dan anticipated relief. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini merupakan uji hipotesis correlation pearson product moment menggunakan bantuan program Statistical Product and Service Solution (SPSS) version 29.0 for windows.
NOMOR INDUK :
FPSI/PA/SSM/7960/2025
PEMBIMBING :
SEKAR AYUNING ATI, S.Psi., M.Si
TANGGAL SIDANG :
12/09/2024
TANGGAL PENYERAHAN :
20/07/2025
JENIS PENULISAN :
PENULISAN ILMIAH JENJANG S1 (SETARA SARJANA MUDA / SSM)