Mahasiswa dewasa awal berada pada fase transisi perkembangan yang ditandai oleh meningkatnya tuntutan akademik, sosial, dan kemandirian sehingga rentan mengalami tekanan emosional. Kemampuan regulasi emosi menjadi faktor penting agar mahasiswa mampu mengelola perasaan secara adaptif dalam menghadapi berbagai tekanan tersebut. Salah satu faktor yang memengaruhi regulasi emosi adalah parent attachment, yaitu ikatan emosional antara anak dan orang tua yang memberikan rasa aman, dukungan, serta dasar bagi pengelolaan emosi yang sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara parent attachment dan regulasi emosi pada mahasiswa dewasa awal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek penelitian adalah mahasiswa aktif berusia 18–25 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) untuk mengukur regulasi emosi dan Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA) untuk mengukur parent attachment. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Penelitian ini mengajukan hipotesis bahwa terdapat hubungan positif antara parent attachment dan regulasi emosi, di mana semakin tinggi parent attachment maka semakin tinggi pula kemampuan regulasi emosi pada mahasiswa dewasa awal.
Tekan ESC untuk menutup