Siswa SMA kelas XII yang sedang mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi menghadapi berbagai tuntutan akademik, seperti mempertahankan prestasi, mempersiapkan seleksi masuk perguruan tinggi, serta memenuhi standar pencapaian tertentu. Tuntutan tersebut dapat menjadi sumber tekanan, terutama bagi siswa yang memiliki kecenderungan menetapkan standar akademik yang tinggi dan melakukan evaluasi terhadap pencapaiannya secara berlebihan. Kondisi tersebut berkaitan dengan perfeksionisme yang diduga memiliki hubungan dengan stres akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara perfeksionisme dengan stres akademik pada siswa SMA yang sedang mempersiapkan masuk perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Responden penelitian merupakan siswa SMA kelas XII yang sedang mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan berencana melanjutkan pendidikan secara langsung setelah lulus. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala stres akademik yang diadaptasi dari Educational Stress Scale for Adolescents (ESSA) dan skala perfeksionisme yang diadaptasi dari Frost Multidimensional Perfectionism Scale (F-MPS). Data penelitian dianalisis menggunakan uji korelasi Product Moment Pearson. Hipotesis penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara perfeksionisme dan stres akademik pada siswa SMA yang sedang mempersiapkan masuk perguruan tinggi.
Tekan ESC untuk menutup