Penelitian ini membahas resiliensi pada wanita dewasa awal pasca mengalami bullying, khususnya bagaimana individu bangkit dan beradaptasi secara positif setelah mengalami peristiwa tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi non partisipan terhadap satu subjek utama dan seorang significant other. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek menampilkan lima dari enam aspek resiliensi Wolin dan Wolin (1993), yaitu insight, relationship, initiative, creativity and humor, dan independence, sementara aspek morality belum tampak. Ketiga faktor resiliensi Grotberg (1995) ditemukan, yaitu I Have berupa dukungan ibu dan sahabat, I Am berupa penerimaan diri, serta I Can berupa koping aktif. Namun, subjek masih menunjukkan kecemasan dan kesulitan membangun kepercayaan pada relasi baru sebagai pengalamam dari bullying yang belum sepenuhnya pulih. Temuan ini mengungkap bahwa resiliensi pada wanita dewasa awal pasca bullying berkembang secara bertahap dan tetap membutuhkan dukungan sosial yang konsisten.
Tekan ESC untuk menutup