ABSTRAK Perempuan dewasa awal yang bertahan dalam toxic relationship kerap menunjukkan penurunan kesejahteraan psikologis, seperti hilangnya rasa percaya diri, kesulitan menetapkan batasan yang sehat, dan hilangnya makna hidup. Salah satu faktor yang diduga berkontribusi terhadap kondisi tersebut adalah persepsi individu terhadap kehadiran ayah sejak masa kanak-kanak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris kontribusi persepsi kehadiran ayah terhadap kesejahteraan psikologis pada perempuan dewasa awal yang bertahan dalam toxic relationship. Kesejahteraan psikologis diukur menggunakan skala berdasarkan enam dimensi Ryff (1989), yaitu self-acceptance, positive relations with others, autonomy, environmental mastery, purpose in life, dan personal growth, sedangkan kehadiran ayah diukur menggunakan Father Presence Questionnaire (Krampe & Newton, 2006). Sampel penelitian adalah perempuan dewasa awal berusia 18 hingga awal 30 tahun yang pernah atau sedang menjalani hubungan romantis yang bersifat toxic, dengan teknik non-probability sampling jenis purposive sampling. Data dianalisis menggunakan teknik regresi linear sederhana dengan bantuan program SPSS. Hipotesis penelitian ini adalah terdapat kontribusi persepsi kehadiran ayah terhadap kesejahteraan psikologis pada perempuan dewasa awal yang bertahan dalam toxic relationship. Kata kunci: persepsi kehadiran ayah, kesejahteraan psikologis, toxic relationship, perempuan dewasa awal.
Tekan ESC untuk menutup