Literasi keuangan semakin dianggap sebagai salah satu instrumen kebijakan untuk mengurangi kemiskinan di negara berkembang. Tujuan artikel ini adalah mensintesis dan menafsirkan temuan lintas studi mengenai hubungan antara literasi keuangan dan kemiskinan. Artikel ini merupakan tinjauan naratif atas literatur teoretis dan empiris mengenai pengaruh literasi keuangan terhadap kemiskinan, dengan merujuk pada dua puluh sembilan studi terbitan jurnal bereputasi yang mencakup berbagai kawasan seperti Afrika, Asia Selatan, Asia Timur, dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka naratif untuk mengidentifikasi dan mensintesa penelitian-penelitan sebelumnya. Hasil sintesis menunjukkan bahwa peningkatan literasi keuangan secara konsisten berhubungan dengan penurunan kemiskinan, baik yang diukur melalui garis kemiskinan berbasis pendapatan maupun indeks kemiskinan multidimensi. Literasi keuangan mengurangi kemiskinan melalui jalur inklusi keuangan dan kewirausahaan, yang merupakan dua mekanisme yang konsisten ditemukan pada literatur. Kekuatan hubungan literasi keuangan dan kemiskinan tidak seragam, efeknya lebih besar di wilayah perkotaan dibandingkan pedesaan, bervariasi menurut jenis kelamin kepala rumah tangga, dan bergantung pada tingkat perkembangan sektor keuangan suatu negara. Tinjauan atas kajian lintas negara menunjukkan bahwa dampak intervensi kebijakan literasi dan inklusi keuangan terhadap kemiskinan cenderung moderat dan tidak konsisten, tergantung pada infrastruktur keuangan. Temuan ini menyarankan bahwa literasi keuangan merupakan salah satu komponen dari kebijakan keseluruhan untuk mengurangi kemiskinan.
Tekan ESC untuk menutup