Pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan usaha mikro merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. Penelitian ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan pemberdayaan masyarakat yang sebelumnya menghasilkan inovasi berupa produk Kacang Tojin Parmesan. Produk tersebut dirancang sebagai cinderamata kuliner di RT 005 Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, ditemukan bahwa proses produksi yang dilakukan masyarakat masih belum terstandar sehingga kualitas produk, khususnya tingkat kerenyahan, belum konsisten. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menstandardisasi alur produksi Kacang Tojin Parmesan sebagai pedoman dalam menghasilkan produk yang berkualitas, konsisten, dan mudah direplikasi oleh kelompok masyarakat binaan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pendekatan pengembangan (development research). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap kelompok ibu rumah tangga mitra, ketua kelompok usaha, serta tim pendamping. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain belum seragam teknik perendaman, penirisan, penambahan keju Parmesan, pengemasan, serta pengendalian mutu produk. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian menghasilkan standardisasi alur produksi yang disusun dalam bentuk infografis sebagai pedoman produksi bagi masyarakat. Luaran penelitian berupa Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Hak Cipta atas infografis alur produksi diharapkan dapat mendukung konsistensi mutu produk, meningkatkan keterampilan masyarakat, serta memperkuat keberlanjutan usaha mikro berbasis cinderamata kuliner.
Tekan ESC untuk menutup