Keamanan dokumen digital menjadi aspek penting seiring dengan meningkatnya pertukaran dan penyimpanan data melalui teknologi digital. Dokumen digital yang mengandung informasi penting berisiko mengalami akses tidak sah, pencurian, maupun perubahan data oleh pihak yang tidak berwenang. Oleh karena itu, diperlukan metode yang mampu menjaga kerahasiaan dan integritas dokumen sekaligus menyamarkan keberadaannya. Penelitian ini mengembangkan metode hybrid yang mengintegrasikan kriptografi dan steganografi melalui kompresi zlib, enkripsi ChaCha20 dengan kunci 256-bit dan nonce 96-bit, otentikasi HMAC-SHA256, serta steganografi domain frekuensi Discrete Cosine Transform–Quantization Index Modulation (DCT-QIM) untuk mengamankan dan menyembunyikan dokumen digital berupa PDF, DOCX, DOC, dan ZIP ke dalam citra digital. Pengujian dilakukan menggunakan Black Box Testing serta evaluasi kualitas citra berdasarkan parameter Mean Squared Error (MSE), Peak Signal-to-Noise Ratio (PSNR), Structural Similarity Index Measure (SSIM), Bits Per Pixel (BPP), dan entropi. Hasil pengujian terhadap payload berukuran 5–136 KB menunjukkan nilai PSNR sebesar 49,08–62,46 dB dan SSIM sebesar 0,9910–0,9996, yang menunjukkan bahwa kualitas visual citra stego tetap terjaga dengan baik. Nilai entropi ciphertext berada pada rentang 7,9586–7,9980 bit dan mendekati nilai ideal 8 bit, yang menunjukkan tingkat keacakan statistik yang tinggi. Hasil perbandingan hash SHA-256 menunjukkan bahwa seluruh dokumen hasil ekstraksi pada enam variasi payload memiliki nilai hash yang identik dengan dokumen asli, sehingga dokumen berhasil dipulihkan tanpa perubahan data. Secara keseluruhan, sistem berhasil mengintegrasikan proses kompresi, enkripsi, otentikasi, penyisipan, ekstraksi, dan pemulihan dokumen dalam satu aplikasi dengan kualitas citra hasil penyisipan yang tetap baik pada payload yang berhasil diproses.
Tekan ESC untuk menutup