Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami pengalaman ayah dalam menerapkan strategi komunikasi untuk memvalidasi emosi remaja perempuan serta memaknai pengalaman tersebut dalam membangun keterbukaan emosional di Kota Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Informan penelitian terdiri atas empat pasangan ayah dan anak perempuan yang berdomisili di Kota Bogor dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman serta diuji melalui triangulasi sumber. Penelitian ini mengaplikasikan Teori Validasi Emosi untuk memahami bentuk penerimaan dan pengakuan afektif dalam hubungan ayah dan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayah menerapkan strategi komunikasi melalui sikap mendengarkan secara aktif, memberikan ruang bagi anak untuk mengungkapkan perasaan, menunjukkan empati, menghindari penilaian secara langsung, serta memberikan dukungan verbal dan nonverbal. Strategi tersebut mampu membangun rasa aman, meningkatkan keterbukaan emosional, memperkuat kepercayaan, dan mempererat hubungan ayah dengan anak perempuan. Meskipun demikian, proses komunikasi masih menghadapi hambatan berupa kesibukan ayah, keterbatasan waktu, perbedaan karakter, serta kecenderungan anak untuk menutup diri ketika menghadapi permasalahan.
Tekan ESC untuk menutup