Kedelai (Glycine max L.) merupakan komoditas pangan strategis di Indonesia, namun produksi nasional belum mampu memenuhi kebutuhan domestik. Rendahnya produktivitas antara lain disebabkan oleh penyakit layu sklerotium yang disebabkan oleh Sclerotium rolfsii. Pengendalian penyakit tersebut umumnya dilakukan dengan fungisida sintesis yang berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, sehingga diperlukan alternatif pengendalian yang ramah lingkungan melalui penerapan solarisasi tanah yang dikombinasikan dengan kompos lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas solarisasi tanah dalam menekan viabilitas Sclerotium rolfsii, serta pengaruh kombinasi solarisasi dan kompos lokal terhadap pertumbuhan, dan kandungan senyawa bioaktif kedelai. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2025 - Juli 2026 di Kampus F7 Universitas Gunadarma, Jakarta Timur. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) non faktorial dengan empat perlakuan: kontrol (K0), kompos lokal (K1), solarisasi (K2), serta kombinasi kompos dan solarisasi (K3), dengan enam kali ulangan. Variabel pengamatan meliputi kandungan hara tanah dan mikroba tanah, suhu dan kelembapan tanah harian, sintasan sklerotia, efikasi solarisasi, populasi mikroba tanah, tinggi tanaman, jumlah daun, umur berbunga, umur panen, jumlah polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot biji per tanaman, bobot 100 biji dan kandungan isoflavon kedelai. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dan apabila terdapat pengaruh nyata, dilanjutkan dengan uji Tukey pada taraf nyata 5%.
Tekan ESC untuk menutup